Kamis, 25 Februari 2021

Keberpihakannya Pemerintah Sumatera Barat Terhadap UMKM

Sumatera Barat menjadi satu-satunya Provinsi yang tidak ada Alfamart atau Indomaret. Mengapa demikian? Karena pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak memberi izin operasi dua minimarket waralaba ini untuk membuka gerainya di Sumatera Barat, karena di anggap dapat merusak ekonomi daerah. Aturan itu berlaku sejak dua waralaba itu menjamur di sejumlah kota besar di Indonesia.

Larangan ini diberlakukan untuk melindungi keberadaan pedagang tradisional yang ada di Sumatera Barat, karena orang Minang sudah sejak lama dikenal dengan jiwa dagangnya. Dikhawatirkan, jika ada Alfamart dan Indomaret masyarakat akan lebih memilih berbelanja kesana, karena suasananya yang nyaman, stok barang yang lebih lengkap, dan tertata rapi, ketimbang berbelanja ke warung-warung tradisional.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada minimarket sama sekali, ada beberapa minimarket yang berdiri tetapi itu milik perorangan, bukan waralaba. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat. Sehingga dapat dipastikan bahwa di Provinsi Sumatera Barat tidak akan ditemukan Alfamart dan Indomaret.

Rabu, 24 Februari 2021

Berburu Babi Hutan di Ranah Minang

 

        Berburu babi hutan merupakan sebuah tradisi dan kebiasaan turun temurun yang sudah ada sejak dulu hingga saat ini yang masih tetap diminati oleh lintas usia dan generasi masyarakat Minangkabau, bahkan sudah menjadi hobi hingga ada persatuannya yakni; Persatuan Olahraga Buru Babi (PORBBI). Persatuan tersebut ada di seluruh daerah di Sumatera Barat. Salah satunya di Payakumbuh, persatuannya bernama Porbi Luhak 50 Kota. Hal ini dilakukan untuk membantu para petani dan peladang dari ancaman kerusakan tanaman yang kerap diganggu oleh hama babi.

Kegiatan buru babi ini biasanya dilaksanakan setiap hari Rabu dan Sabtu, dan dilakukan pada pagi hari hingga menjelang sore hari. Lokasi untuk berburu biasanya sudah terjadwal, peserta yang datang juga banyak berasal dari luar daerah. Ketika perburuan dimulai, anjing yang sudah mengendus keberadaan babi akan dilepaskan ikatan tali di lehernya. Jika ada babi yang mati dari hasil buruan, akan dibiarkan tergeletak begitu saja di dalam hutan.

        Dahulunya, kegiatan berburu babi hanya dilakukan oleh laki-laki saja dan tidak melibatkan perempuan. Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan berburu babi ini juga banyak diikuti oleh kaum perempuan. Dan mereka juga mempunyai persatuan yang disebut dengan “Womans Porbi”.

Hal lumrah bagi seseorang untuk memiliki hobi, salah satunya berburu babi di Sumatera Barat ini. Berburu babi bukan hanya tentang kesenangan atau hiburan serta memacu adrenalin semata, melainkan untuk mempererat silaturahmi sesama pemburu babi dari berbagai daerah, kerja sama, kebersamaan dan gotongroyong. Hal inilah yang mencerminkan kearifan lokal budaya Minangkabau itu sendiri.

Senin, 15 Februari 2021

Ada Apa Dengan Stasiun Pajakumbuh?

         Membangun sebuah infrastruktur, bangunan, bahkan kota perlu perawatan, agar bisa tumbuh berkembang dengan baik. Tak sedikit, bangunan-bangunan ditinggalkan terbengkalai tak terawat. Salah satunya Stasiun Pajakumbuh. Namanya saja unik dan masih menggunakan ejaan lama, bisa dilihat pada papan nama yang terletak di tengah bangunan stasiun ini.

        

foto : id.m.wikipedia.org
   Stasiun Pajakumbuh lahir tak lepas dari proyek strategis Pemerintah Hindia Belanda pasca ditemukannya kandungan batubara di Sawahlunto serta adanya potensi emas di Mangani. Stasiun  Pajakumbuh dibangun oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda yang bernama Soematra Staatsspoorwegen. Meski denyutnya kini telah berhenti. Namun, secara fisiknya masih berdiri kokoh melawan kerasnya pembangunan kota yang kian menyesak.

            Menurut cerita dari kakek saya dan beberapa berita yang saya baca dan kumpulkan, Stasiun Pajakumbuh hadir sekitar tahun 1896. Jalur kereta ini merupakan rute Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh yang rencananya akan diteruskan ke Bangkinang, Riau. Namun, pada tahun 1933 pembangungan jalur ini hanya berhenti hingga stasiun Pajakumbuh. Eksistensi perkeretaapian di Ranah Minang pun tidak bertahan lama dan berujung pada nonaktifnya Stasiun Pajakumbuh sekaligus rutenya sejak tahun 1973.


foto : pribadi
        Perkembangan kota memberikan dampak bagi perubahan tata ruang. Kawasan Stasiun Pajakumbuh yang dulunya luas kini menjadi semakin menciut, bangunan pendukung stasiun sudah hilang entah kemana digantikan dengan bangunan baru yang mengelilinginya. Begitu juga dengan jalur keretanya sudah tidak terlihat. Meski tidak ada lagi ciri khas yang menunjukkan stasiun, ada satu bangunan yang masih bertahan hingga kini, yaitu bentuk Stasiun Pajakumbuh yang masih orisinil khas kolonial berdinding tebal dengan jendela dan pintu yang tinggi, atap genting dan umbin jadul.

        Semenjak  tidak beroperasi, bangunan Stasiun Pajakumbuh ini seakan tidak terlihat ronanya dan telah banyak beralih fungsi hingga ada kabar tersiar akan direnovasi. Stasiun Pajakumbuh ini masuk aset PT KAI Divisi Regional II Sumatera Barat yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta. Meski belum termasuk ke dalam status cagar budaya Kota Payakumbuh, stasiun ini masuk inventaris cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat sejak 2007.

Icip-Icip Kerupuk Leak

     Berbicara kuliner, Sumatera Barat memang tidak ada habisnya. Terdapat satu jajanan menarik yang patut dicoba bila berkunjung ke Sumatera Barat, yaitu karupuak leak (kerupuk leak atau kerupuk kuah sate). Kerupuk leak merupakan salah satu jajanan masa kecil yang sangat legendaris di kalangan anak-anak Minangkabau. Kerupuk ini terbuat dari singkong (opak) yang memiliki beragam bentuk dan ukuran. Untuk isiannya berupa bihun putih atau mie kuning, sedangkan kuahnya menyerupai kuah untuk sate khas Minangkabau yang gurih dan penuh dengan rempah-rempah.

       Dahulunya, kerupuk leak sangat terbatas keberadaannya, karena hanya dijajakan di depan sekolah-sekolah terutama tingkat Sekolah Dasar (SD). Namun jangan khawatir, karena pada saat ini kerupuk leak hadir di berbagai objek wisata andalan di Sumatera Barat. kerupuk ini dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, tidak ada batasannya. Sebab, selain rasanya yang enak dan unik, harganya juga murah dan terjangkau. Sebuah kerupuk biasanya dihargai Rp. 2.000 ,- sedangkan jika ditambah mie harganya menjadi Rp.4.000 sampai Rp. 5.000,-, tergantung tempat wisata yang kita kunjungi.


         
Untuk dapat menikmatinya, kita harus hati-hati dalam menyantapnya, karena kuah sate yang melekat dipermukaan kerupuk akan membuatnya lembek dan rapuh. Jika kita tidak pandai menikmatinya, kuah sate dan mie nya akan lumer kemana-mana, bisa saja tiba-tiba jatuh dan mengenai baju. Memang sedikit repot, tetapi itu pula sensasi dalam memakan kerupak leak.

    Meskipun kerupuk ini menjadi makanan ringan, namun kerupuk ini telah melekat di hati semua orang. Kerupuk leak ini menjadi jajanan nostalgia khas Minangkabau yang memiliki cita rasa yang sangat menggoda selera. 

Cemilan Jadul Mantul


 

        Berbicara tentang jajanan tradisional khas indonesia memang tidak akan ada habisnya. Jajanan tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang dimana resep dan cara pembuatannya diwariskan secara turun-temurun. Sampai saat ini, jajanan tradisional masih diminati oleh masyarakat meskipun telah banyak makanan dengan kreasi terbaru yang sudah masuk di pasaran.

    Salah satu jajanan tradisional dari ranah Minang yaitu Lapek Bugih (lepat Bugis). Lapek Bugih terbuat dari tepung ketan yang dikukus dan dibungkus menggunakan daun pisang. Lapek bugih memiliki bentuk kerucut seperti piramida, terasa lengket, dan agak kenyal. Adapula yang terbentuk persegi panjang. Lapek bugih biasanya memiliki isian gula merah atau parutan kelapa yang dibungkus dengan daun pisang.

        Ditemui di jalan Balai Jariang Aia Tabik, Kec. Payakumbuh Timur pada Selasa (09/02/2021), salah satu pedagang lapek bugih yang bernama Yelnita (32 tahun) mengatakan bahwa ia memproduksi lapek bugih dengan 3 varian, yaitu lapek bugih ketan hitam, ketan putih, dan hijau daun. Lapek bugih yang ia jual pun bisa dikatakan cukup besar dan bungkusannya juga rapi. Rasanya yang nikmat karena menggunakan gula asli tanpa pemanis buatan. 

Lapek bugih ini di bandrol dengan harga Rp. 15.000/kotak, dalam satu kotak terdapat 10 buah lapek bugih. Ia juga mengatakan, bahwa biasanya ia menerima pesanan lapek bugih dalam jumlah yang banyak, seperti untuk acara pesta, arisan, atau untuk oleh-oleh. Ia juga melayani pembelian via online dan siap antar alamat.

Peringatan Milad Pedati Payakumbuh dan 50 Kota yang ke-8

foto : @sudutpayakumbuh

Pedati (Pengusaha Muda Kreatif) merupakan organisasi yang menaungi para pengusaha muda Payakumbuh dan 50 Kota yang menjalankan bisnisnya dengan kreatif. Pedati lebih menekankan anggotanya untuk kreatif  dalam menjual produk atau jasa tanpa harus bergantung kepada proyek-proyek pemerintah. Dengan tag line “maju bersama” berusaha menjadi organisasi yang menginspirasi masyarakat sekitar dengan semangat jiwa wirausaha (enterpreneur).

Keanggotaan Pedati sangat terbatas, karena yang bisa menjadi anggota haruslah yang benar-benar pengusaha yang mampu menjual prodak maupun jasa sendiri sesuai dengan kemampuan marketingnya. Pedati mempunyai sekertariat di Jl. Tan Malaka dekat Simpang Napar Payakumbuh. Di sekertariat tersebut, para anggota Pedati rutin menggelar pertemuan dan diskusi tentang bisnis.

Dalam rangka peringatan Milad Pedati (Pengusaha Muda Kreatif) Payakumbuh dan 50 Kota yang ke-8. Sekaligus peresmian program sosial pedati yakni "Pedati menerangi dhuafa". Program ini menargetkan instalasi listrik bagi para dhuafa kota payakumbuh dan kab.50 kota. Diresmikan langsung oleh ketua DPRD kota payakumbuh Bpk. Hamdi Agus , ST dan pejabat UP3 PLN kota payakumbuh, UP3 kabupaten 50 kota dan YBM PLN padang yang juga ikut memberikan sembako kepada para penerima bantuan. 


 

Leker Istimewa Pengganti Makan Yang Praktis

     

        Berbicara tentang makanan tentu tidak akan pernah ada habisnya. Selalu ada inovasi baru yang muncul. Contohnya Leker. Bukan hanya sekedar rasa, leker biasa terasa istimewa dengan varian rasa yang kekinian. Payakumbuh Leker hadir dengan dua varian, yaitu Leker Manis dan Leker Asin. Memiliki
banyak varian topping yang bisa dipilih. Yang pasti, topping dasarnya mengandung coklat, jagung, kacang, pisang, keju, dan beberapa isian kekinian yang bisa dipilih berdasarkan perpaduan rasa yang ingin kita pilih. Harganya sangat bersahabat. Satu porsi leker bisa ditebus hanya dengan mengeluarkan uang mulai dari Rp. 6.000 hingga Rp. 25.000 saja.

        Ramayani sebagai salah satu pembeli leker yang saya temui di lokasi mengatakan bahwa “Ia menyukai leker bukan hanya karena harganya yang terjangkau saja, tetapi rasanya yang enak dan jenisnya yang juga beragam." Ia juga mengatakan bahwa “leker favoritnya yaitu leker asin dengan isian tuna, sosis, dan kornet. Terkadang leker favoritnya ini pun menjadi pengganti nasi saat ia sedang malas untuk makan nasi. Karena isian nya yang banyak, sehingga menurutnya itu setara dengan porsi makan nasinya.”

Bagi kamu yang penasaran dengan olahan cita rasa leker isitimewa, langsung saja datang ke lokasi Payakumbuh leker. Beralamatkan di Jl. Soekarno Hatta No.8A, Balai Nan Duo, Koto Nan Ampek, sebelah Tara Cafe dan bersebelahan dengan Rumah Gadang Cellular.