Kamis, 10 Oktober 2019

Fashion Ala anak Zaman Now


Mind Mapping




Kerangka Karangan

Tema/topik         : Pengaruh Budaya
Judul                    : Fashion Ala anak Zaman Now

Pembukaan :
Konsep :
                Gaya berpakaian anak zaman sekarang yang suka mengikuti gaya kebarat-baratan.

Studi Kasus :
Pakaian budaya barat yang minim dan senonoh mengakibatkan kriminalitas seksual meningkat.  Seperti meningkatnya kasus pelecehan seksual, pencabulan, hingga pemerkosaan di Indonesia.

Isi:
Dampak:
Perkembangan fashion tersebut membawa pengaruh positif dan negatif bagi para remaja.

Data/fakta:
          Bicara soal fashion memang tidak akan pernah ada habisnya, dari tahun 1920-sekarang pastinya selalu ada trend fashion terbaru yang muncul. Pakaian budaya barat yang minim dan senonoh mengakibatkan kriminalitas seksual meningkat.   Pada tahun 2016 tercatat terdapat sekitar 1.657 kasus pemerkosaan, 1.064 kasus pencabulan, 268 kasus pelecehan seksual, 130 kasus kekerasan seksual lain, 49 kasus melarikan anak perempuan, dan 6 kasus percobaan pemerkosaan.

Argumentasi    :
Seiring dengan masuknya era globalisasi saat ini, budaya-budaya asing turut mengiringi masuk ke Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Tetapi  sangat disayangkan, kebudayaan Barat sudah mendominanisasi segala aspek, terutama di bidang Fashion. fashion memang tidak akan pernah ada habisnya, setiap tahun pastinya selalu ada trend fashion terbaru yang muncul. Perkembangan fashion tersebut membawa pengaruh positif dan negatif bagi para remaja.selain itu, perkembangan fashion juga mengakibatkan tingkat kriminalitas seksual meningkat karena pakaian budaya barat yang minim dan tidak senonoh.

Penutup :
Solusi                 :
mendidik dan memberikan pendidikan moral tentang cara berpakaian yang baik dan sopan.  Menanamkan rasa percaya diri sejak dini.  Menyaring setiap kebudayaan yang masuk kedalam negara Indonesia.  Peran Orangtua yang memberikan saran kepada anaknya dalam memilih baju yang ia kenakan.   Melaksanakan ajaran ajaran agama dengan sebaik baiknya.  Serta memilih lingkungan yang baik.

Pesan/saran     :
         Orang tua harus memantau pergaulan, teman-teman, dan gaya hidup anaknya. Dan untuk para remaja harus berhati-hati dalam menerima budaya dari luar dan harus bisa memfilter budaya dari luar secara baik dan tepat.



Fashion Ala anak Zaman Now
      Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Termasuk perkembangan tekhnologi informasi yang telah membawa banyak perubahan dari zaman ke zaman. Selama kemajuan itu, berkembang juga globalisasi. Globalisasi berdampak juga pada banyak hal salah satunya adalah dunia fashion. Fashion adalah istilah umum untuk gaya populer atau trend khususnya di pakaian, sepatu, aksesoris, maupun make up.

           Dengan adanya perkembangan fashion tersebut, setiap manusia terutama kaum hawa berusaha untuk tidak ketinggalan. Kecendrungan akan suatu gaya berbusana tertentu “Trand Mode” sudah menjadi bagian dari masyarakat. Apalagi para remaja yang berada di kota Metropolitan. Mereka cenderung bergaya dengan mengikuti mode zaman kini. Tentu saja, mode yang mereka tiru adalah mode dari orang barat. Jika mereka dapat memfilter dengan baik dan tepat, maka pengaruhnya akan positif juga. Sebaliknya, jika mereka tidak pintar memfilter mode dari orang barat tersebut , maka akan berpengaruh negatif bagi diri mereka sendiri.

            Perkembangan trand mode berpakaian di Indonesia terjadi dengan sangat pesat karena adanya globalisasi dan perkembangan tekhnologi yang semakin meningkat.  Tidak hanya itu, faktor lain yang menyebabkan remaja lebih memilih mengikuti gaya hidup masa kini, adalah seperti kurangnya pengawasan orang tua, pergaulan bebas, serta kurangnya iman dan taqwa. Hal ini tentu saja berdampak kepada lunturnya nilai-nilai budaya Indonesia, hilangnya norma kesopanan, dan memungkinkan terjadinya pelecehan seksual.

           Berpakaian dengan model budaya barat saat ini juga sangat mempengaruhi tingkat kriminalitas di Indonesia yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Karena pakaian budaya barat yang minim dan senonoh mengakibatkan kriminalitas seksual meningkat, seperti meningkatnya kasus pelecehan seksual, pencabulan, hingga pemerkosaan di Indonesia. Pada tahun 2016 tercatat terdapat sekitar 1.657 kasus pemerkosaan, 1.064 kasus pencabulan, 268 kasus pelecehan seksual, 130 kasus kekerasan seksual lain, 49 kasus melarikan anak perempuan, dan 6 kasus percobaan pemerkosaan. Dan korbannya kebanyakan adalah remaja.
(Sumber: - https://www.komnasperempuan.go.id/siaran-pers-komnas-perempuan-catatan-tahunan-
catahu-2016-7-maret-2016/)

         Bicara soal fashion memang tidak akan pernah ada habisnya, setiap tahun pastinya selalu ada trend fashion terbaru yang muncul. Pada tahun 1920-1930an orang pribumi menggunakan kebaya lengkap dengan kain dan selendang yang diselempang. Intinya, pada masa ini identik dengan kain-kain tradisional yang dijadikan pakaian sehari-hari oleh masyarakat Indonesia pada masa itu. Tahun 1950an, gaya "new look" telah meresap ke mana-mana termasuk di Indonesia. Desainnya yang kebanyakan bergaris A-Line, membuat tampilan menjadi lebih edgy. Tahun 1960an, trend fashion yang berkembang adalah dress imut yang biasanya memiliki potongan di atas lutut. Selain itu, permainan motif juga lebih berani, seperti di leggings macan tutul, kotak-kotak, dan lain sebagainya. Tahun 1970an, fashion hippies and retro menjadi tren, mulai dari rambut warna-warni dan mohawk. Di Indonesia, mode yang berkembang mulai beragam. Mulai dari dress selutut, kemeja bermotif, scarf, dan lainnya. Tahun 1980an, fashion di Indonesia mulai beragam. Mulai dari dress, kemeja, bahkan baju yang lumayan sexy. Tahun 1990an, denim dan kemeja kotak-kotak menjadi salah satu ikon-nya. Tahun 2000an, yaitu denim dan kemeja. Ditambah dengan gaya emo dan gothic yang serba hitam. Tahun 2010an, Berbagai tren berkembang pada saat ini. Tahun 2019, Banyak orang sudah mulai mengeksplorasi berbagai tren dan gaya. Pada awal tahun ini, masih terpengaruh tahun 1900an yaitu denim dan kemeja. Ditambah dengan gaya emo dan gothic yang serba hitam.

Perkembangan fashion tersebut membawa pengaruh positif dan negatif bagi para remaja. Pengaruh positifnya antara lain,  “Jati diri,” remaja yang mampu menilai fashion dari segi positif akan menilai bahwa fashion adalah kepribadiannya sendiri dan tidak harus mengikuti trend yang sedang berkembang saat ini. Serta bisa menjadi diri sendiri apa adanya. “Mampu Berhemat,” remaja yang bisa berpikir positif tidak perlu membeli produk-produk fashion yang branded dan terkesan mahal karena mereka mampu menciptakan gaya mereka sendiri dan menjadi sosok yang unik. Mereka hanya butuh suatu kreativitas mereka sendiri hingga akhirnya fashion mereka menjadi indah dan bagus seperti yang paling penting; unik atau berkarakter. “Be Confident,” remaja yang berpikir positif akan mengubah sesuatu yang sederhana dengan berbagai kreativitas hingga akhirnya menjai trend baru. Hal ini yang akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dalam memakai busana mereka hingga akhirnya bisa menjadi lebih percaya diri.


Pengaruh negatifnya antara lain, “Jati diri,” remaja yang mengikuti perkembangan fashion saat ini, mengindikasikan bahwa mereka hanya demi mengejar popularitas dan eksistensi di masyarakat bahwa mereka adalah sekumpulan pemuda yang trendy. “Pemborosan,” Tak jarang para remaja tersebut menghamburkan uangnya demi mengejar fashion yang sedang berkembang; mulai dari baju, tas, celana, jacket, blazer, dan sebagainya yang ber-merk dan sangat mahal. Padahal jika bisa dikoreksi lagi, hal itu justru hanya akan membuat mereka menjadi lebih konsumtif dan boros, ingat dengan istilah hedonis atau konsumerisme. “Tekanan,” Remaja yang tidak mengikuti fashion bisa saja dijauhi hingga tidak memunyai teman dan rendah diri dan depresi. Sehingga mereka yang tidak mengikuti perkembangan fashion, mereka akan terkena cap “Jadul, kudet, dan lainnya”. Akibatnya bullying pun terjadi.

Seiring dengan masuknya era globalisasi saat ini, dan budaya-budaya asing yang turut mengiringi masuk ke Indonesia sangat membawa pengaruh besar dalam masyarakat. Kebudayaan Barat sudah mendominanisasi segala aspek. Segala hal selalu mengacu kepada Barat. Peradaban Barat telah menguasai dunia. Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini. Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia . Jika pengaruh itu dibiarkan, apa jadinya Moral generasi bangsa kita, timbul tindakan anarkis antara golongan muda, terjadi perubahan kebudayaan, pembauran kebudayaan, modernisasi, keguncangan budaya, melemahnya nilai-nilai budaya bangsa. Dampak tersebut membawa pengaruh besar bagi Indonesia, baik dari segi postif, maupun negatif. Indonesia, masih terlalu lemah dalam menyaring budaya yang baik di ambil dengan yang tidak, "maka kita semua sebagai warga Indonesia wajib membanggakan apa saja yang sudah menjadi budaya kita sendiri", jangan sampai melupakan budaya lama dengan sudah menemukan budaya baru.

 Dari banyaknya kejadian atau kasus-kasus tersebut solusi yang mungkin dapat dilakukan untuk meminimalisir  masalah ini, yaitu dengan cara mendidik dan memberikan pendidikan moral tentang cara berpakaian yang baik dan sopan.  Menanamkan rasa percaya diri sejak dini.  Menyaring setiap kebudayaan yang masuk kedalam negara Indonesia.  Peran Orangtua yang memberikan saran kepada anaknya dalam memilih baju yang ia kenakan.   Melaksanakan ajaran ajaran agama dengan sebaik baiknya.  Serta memilih lingkungan yang baik.

            Maka dari itu, dizaman yang serba modern ini orang tua yang mempunyai anak remaja harus memantau pergaulan, teman-teman, dan gaya hidup yang mereka terapkan. Dan untuk para remaja harus berhati-hati dalam menerima budaya dari luar dan harus bisa memfilter budaya dari luar secara baik dan tepat. Hati-hatilah dalam berteman, bukan berarti memilih-milih teman, silahkan berteman dengan siapa saja, namun berpikirlah dua kali untuk mengikuti kebiasaan mereka. Kita juga sebagai penerus bangsa harus lebih sering lagi untuk memberdayakan dan mempertahankan budaya-budaya kita yang dapat membangun indonesia menjadi lebih baik.

1 komentar: